Saya
akan mengomentari tulisan saya yang terdahulu. Menurut saya tulisan sayayang
berupa puisi dan cerpen masih mempunyai banyak kekeliruan. Seperti tanda bacaa, alur cerita yang tidak jelas pemilihan
kata yang kurang tepat. Bahkan saya bingung harus memulai cerita dengan kalimat
apa.
Puisi
“Senja di Pelupuk matamu” merupakan puisi yang sebagian katanya berupa makna
tersirat. Hal ini sengaja saya buat demikian. Tujuannya agar isi dari puisi
saya tidak gampang ditebak. Serta lebih terlihat elegan dibandingkan puisi yang
hanya ditulis dengan kata-kata biasa. Dengan kata-kata puitisnya puisi dapat
dinikmati keindahannya.
Cerita
yag terdapat didalam crpen “hatiku Selembar Daun” ini menceritakan tentang
persahabatan, cinta serta peperangan. Namun saja, saya sendiri kurang bisa
membuat cerita saya menjadi lebih menarik. Mungkin hal ini dikarenakan oleh
kegiatan menulis saya kurang. Sehingga saya tidak mampu menyampaikan isi cerita
ke dalam tulisan secara bagus.
Dalam
cerpen ini terdapat satu pasang sahabat. Tokoh laki-lakinya bernama Juan. Sedangkan
perempuannya bernama Isabel. Juan adalah orang yang sangat baik. Namun, semua
kebaikan Juan sirna, ia pun terpedaya dengan kilau harta dan tahta yang
ditawarkan kepadanya. Hingga ia rela mengorbankan persahabatannya menjadi
permusuhan. Tokoh Isabel sendiri adalah wanita yang polos yang tak pernah
curiga dengan apa yang telah direncanakan oleh Juan terhadap dirinya. Sampai
nyawanya terancam ditangan sahabatnya sendiri. Tak cukup disitu saja. Isabel
tetap tegar walaupun Juan berniat membunuhnya untuk yang kedua kalinya. Taka da
kata dendam dalam hatinya. Saat Kematian meregang nyawa Juan serta istri.
Isabel tetap mau merawat anak Juan. Walau penghianat sekalipun tapi baginya
juan adalah sahabat serta cinta pertamannya Saya sengaja untuk menjadikan tokoh
wanita itu seperti itu. Agar semua semuanya tau kalau wanita itu aadalah sosok
perempuan yang tangguh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar