Kamis, 10 Maret 2016

Kritik Tulisan Terdahulu



Saya akan mengomentari tulisan saya yang terdahulu. Menurut saya tulisan sayayang berupa puisi dan cerpen masih mempunyai banyak kekeliruan. Seperti  tanda bacaa, alur cerita yang tidak jelas pemilihan kata yang kurang tepat. Bahkan saya bingung harus memulai cerita dengan kalimat apa.
Puisi “Senja di Pelupuk matamu” merupakan puisi yang sebagian katanya berupa makna tersirat. Hal ini sengaja saya buat demikian. Tujuannya agar isi dari puisi saya tidak gampang ditebak. Serta lebih terlihat elegan dibandingkan puisi yang hanya ditulis dengan kata-kata biasa. Dengan kata-kata puitisnya puisi dapat dinikmati keindahannya.
Cerita yag terdapat didalam crpen “hatiku Selembar Daun” ini menceritakan tentang persahabatan, cinta serta peperangan. Namun saja, saya sendiri kurang bisa membuat cerita saya menjadi lebih menarik. Mungkin hal ini dikarenakan oleh kegiatan menulis saya kurang. Sehingga saya tidak mampu menyampaikan isi cerita ke dalam tulisan secara bagus.
Dalam cerpen ini terdapat satu pasang sahabat. Tokoh laki-lakinya bernama Juan. Sedangkan perempuannya bernama Isabel. Juan adalah orang yang sangat baik. Namun, semua kebaikan Juan sirna, ia pun terpedaya dengan kilau harta dan tahta yang ditawarkan kepadanya. Hingga ia rela mengorbankan persahabatannya menjadi permusuhan. Tokoh Isabel sendiri adalah wanita yang polos yang tak pernah curiga dengan apa yang telah direncanakan oleh Juan terhadap dirinya. Sampai nyawanya terancam ditangan sahabatnya sendiri. Tak cukup disitu saja. Isabel tetap tegar walaupun Juan berniat membunuhnya untuk yang kedua kalinya. Taka da kata dendam dalam hatinya. Saat Kematian meregang nyawa Juan serta istri. Isabel tetap mau merawat anak Juan. Walau penghianat sekalipun tapi baginya juan adalah sahabat serta cinta pertamannya Saya sengaja untuk menjadikan tokoh wanita itu seperti itu. Agar semua semuanya tau kalau wanita itu aadalah sosok perempuan yang tangguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar